Pentingnya Menghargai Istrimu
Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani an Naqshbandi
Ditranslasi dari Liberating The Soul Volume 1
Bawakan istrimu perhiasan agar ia senang. Bila istrimu
marah, bawakan sesuatu yang ia sukai. Kalian harus
tahu, bahwa kalian tidak boleh melukai istrimu!.
Buatlah mereka selalu senang denganmu, jika tidak,
bila kalian pulang kerumah, maka mereka akan pergi.
Kalian mengerti !. Jagalah agar mereka selalu senang
pada kalian, maka mereka akan mebalasnya dengan
kebahagiaan juga.
Wanita sebenarnya diuntungkan, baik di kehidupan di
dunia maupun di kehidupan selanjutnya. Mengapa??.
Karena mereka tidak akan diberi pertanyaan. Di Hari
Perhitungan, semua wanita yang bersuami akan datang
bersama suaminya. Bila suaminya masuk surga maka
mereka akan ikut dan tidak ada pertanyaan untuknya.
Tetapi si suami akan diberikan berbagai macam
pertanyaan . Apakah kalian mengerti!!.
Dengan menunjukkan passport di pintu surga, istrimu
juga akan ikut bersamamu. Allah swt akan bertanya, “
Apakah ini istrimu”, maka kalian akan berkata “Ya, ini
istriku”. “Apakah engkau puas dengannya?”. Jika kalian
menjawab,” Ya, aku puas dengannya “ , maka Allah swt
akan berkata,” Bawa dia dan masuklah ke surga”. Tetapi
jika kalian berkata, bahwa aku tidak puas dengannya
karena ia terlalu banyak bicara dan sebagainya, maka
Allah akan berkata,” Berhenti! . “Mengapa engkau tidak
puas dengan istrimu?”. Karena istrimu adalah menjadi
penghalangmu dengan neraka. Jika istrimu tidak
bersamamu maka kalianpun sudah masuk neraka. Oleh
sebab itu para istri lebih berharga dari dirimu.
Jika para istri kalian tidak berlaku sebagai
penghalang, maka kalian semua sudah masuk neraka. Tak
ada yang akan mengeluarkan kalian dari neraka kecuali
istri kalian, karena mereka adalah perlindungan
kalian. Jika kalian pergi kerja , ambilah tangannya
dan ciumlah, lakukan hal yang sama di malam harinya.
Kalian harus memperlakukan istri kalian dengan sangat
lembut. Ini adalah kebenaran!!. Untuk itu pula kalian
harus menjaga hak-haknya. Apalagi karena kalian sering
kali bertindak kasar terhadap mereka, atau membatasi
hak mereka, padahal setiap orang harus memperoleh
hak-haknya.
Allah swt akan bertanya,” Mengapa kalian tidak puas
dengan istri kalian?. Istrimu adalah penghalang antara
dirimu dengan neraka. Bukankah dia yang memelihara
rumahmu, memasak untukmu, mencuci dan merawat anakmu,”
Allah berkata. Sebenarnya menurut syariah tidak ada
kewajiban bagi perempuan untuk melakukan apapun,
suamilah yang harus melakukannya, mencuci pakaian,
merawat anak dan membersihkan rumah.
Dalam syariah Allah swt bahkan tidak memerintahkan
seorang ibu untuk menyusui bayinya. Tugas ini
merupakan kewajiban suami untuk membayarnya, dan tugas
suami yang harus menjaganya.
Apakah kalian para suami telah memberikan penghargaan
terhadap istrimu?. Untuk setiap anak yang telah ia
lahirkan, maka kalian harus memberikan penghargaan
kepadanya, misalkan seuntai kalung emas.
Ketika istrimu menyusui bayimu, maka kalian harus
membayarnya dan bukan malah berkata , sudah kewajiban
kamu harus melakukannya. Jangan memerintahkan mereka
untuk bekerja diluar rumah!. Tuhan memberikan peran
bagi istri hanya sebagai penghalang antara kalian para
suami dengan yang haram, itulah tugasnya istri.
Selain itu semua pekerjaan menjadi tanggung jawab
suami. Tetapi saat ini para istri kalian melakukan
semua pekerjaan rumah tangga, menyusui anak kalian dan
mereka melakukan semua pekerjaan itu secara suka rela
karena rasa penghargaannya terhadap kalian para suami.
Apakah kalian pernah membersihkan rumah dan menjaga
anak-anak kalian?!.
Wa min Allah at Tawfiq, bihurmati habib al-Fatihah