Archive for July, 2005

SAVE my SOUL

Wednesday, July 27th, 2005

Now I’m sitting in the corner of my room Staring through the window, watching the sun goes down And the shadow starts to creep accross the floor In this Loneliness, I’m crying in my bed

And the rain begin to fall down on me As the sadness growing deep inside me I feel a little insecure right now I am crawling, looking for a place to hide

# So where has all my lights gone? For I need to fine the way out there In my every breath, I am chanting your name Give me strength so I can save my soul

My minds keeps telling me to hold on And says I have to be a real man I’m still wondering if I’ll ever find my way That leads me to your light and to your grace

# So where has all my lights gone? For I need to fine the way out there In my every breath, I am chanting your name With every breath, I’m hoping I can find the way to save my soul

(PADI)

Ternyata CINTA

Wednesday, July 27th, 2005

Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata… perasaanku padaMU
   
Telah cukup lama kudiam…
didalam keheningan ini
Kebekuan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku
   
Dan ternyata CINTA yang menguatkan aku
Dan ternyata CINTA… (tulus mendekap jiwaku)
   
Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya
   
Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku

(PADI)

Walk Unafraid

Wednesday, July 27th, 2005

As the sun comes up, as the moon goes down
These heavy notions creep around
It makes me think, long ago
I was brought into this life a little lamb
A little lamb
Courageous, stumbling
Fearless was my middle name.
But somewhere there I lost my way
Everyone walks the same
Expecting me to step
The narrow path they’ve laid
They claim to
Walk unafraid
I’ll be clumsy instead
Hold my love or leave me high.

Say "keep within the boundaries if you want to play."
Say "contradiction only makes it harder."
How can I be
What I want To be?
When all I want to do is strip away
These stilled constraints
And crush this charade
Shred this sad masquerade
I don’t need no persuading
I’ll trip, fall, pick myself up and
Walk unafraid
I’ll be clumsy instead
Hold my love or leave me high.

If I have a bag of rocks to carry as I go
I just want to hold my head up high
I don’t care what I have to step over
I’m prepared to look you in the eye
Look me in the eye
And if you see familiarity
Then celebrate the contradiction
Help me when I fall to
Walk unafraid
I’ll be clumsy instead
Hold my love or leave me high.
Walk unafraid
I’ll be clumsy instead
Hold my love or leave me high.
(R.E.M)

Find The River

Wednesday, July 27th, 2005

Hey now, little speedyhead,
The read on the speedmeter says
You have to go to task in the city
Where people drown and people serve.
Don’t be shy. Your just deserve
Is only just light years to go.

Me, my thoughts are flower strewn
Ocean storm, bayberry moon.
I have got to leave to find my way.
Watch the road and memorize
This life that pass before my eyes.
Nothing is going my way.

The ocean is the river’s goal,
A need to leave the water knows
We’re closer now than light years to go.

I have got to find the river,
Bergamot and vetiver
Run through my head and fall away.
Leave the road and memorize
This life that pass before my eyes.
Nothing is going my way.

There’s no one left to take the lead,
But I tell you and you can see
We’re closer now than light years to go.
Pick up here and chase the ride.
The river empties to the tide.
Fall into the ocean.

The river to the ocean goes,
Afortune for the undertow.
None of this is going my way.
There is nothing left to throw
Of Ginger, lemon, indigo,
Coriander stem and rose of hay.
Strength and courage overrides
The privileged and weary eyes
Of river poet search naivete.
Pick up here and chase the ride.
The river empties to the tide.
All of this is coming your way.
(R.E.M)

Angel

Wednesday, July 27th, 2005

Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there’s always one reason
to feel not good enough
and it’s hard at the end of the day
I need some distraction
oh beautiful release
memory seeps from my veins
let me be empty
and weightless and maybe
I’ll find some peace tonight

in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you’re in the arms of the angel
may you find some comfort there

so tired of the straight line
and everywhere you turn
there’s vultures and thieves at your back
and the storm keeps on twisting
you keep on building the lie
that you make up for all that you lack
it don’t make no difference
escaping one last time
it’s easier to believe in this sweet madness oh
this glorious sadness that brings me to my knees

in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you’re in the arms of the angel
may you find some comfort there
you’re in the arms of the angel
may you find some comfort here

(Sarah Mclachlan)

Hold On

Wednesday, July 27th, 2005
Hold on
Hold on to yourself
for this is gonna hurt like hell
Hold on
Hold on to yourself
you know that only time will tell
What is it in me that refuses to believe
this isn't easier than the real thing
My love
you know that you're my best friend
you know I'd do anything for you
my love
let nothing come between us
my love for you is strong and true
Am I in heaven here or am I...
at the crossroads I am standing
So now you're sleeping peaceful
I lie awake and pray
that you'll be strong tomorrow and we'll
see another day and we will praise it
and love the light that brings a smile
across your face
Oh god if you're out there won't you hear me
I know that we've never talked before
oh god the man I love is leaving
won't you take him when he comes to your door
Am I in heaven here or am I in hell
at the crossroads I am standing
So now you're sleeping peaceful
I lie awake and pray
that you'll be strong tomorrow and we'll
see another day and we will praise it
and love the light that brings a smile
across your face...
Hold on
hold on to yourself
for this is gonna hurt like hell
(Sarah Mclachlan)

Saladin

Sunday, July 10th, 2005

Dicintai kawan, disegani lawan, memenangkan perang besar dengan cara elegan. Putera Kurdi yang selalu jadi inspirasi

Shalahuddin Al-Ayyubi dilahirkan pada tahun 532 H/ 1138 M di Tikrit, sebuah wilayah Kurdi di utara Iraq. Shalahuddin adalah gelarnya, sedangkan al-Ayyubi nisbah keluarganya. Adapun nama sebenarnya ialah Yusuf bin Najmuddin.

Pada usia 14 tahun Shalahuddin ikut kaum kerabatnya ke Damaskus, menjadi tentara Sultan Nuruddin, penguasa Suriah waktu itu. Pangkatnya naik setelah tentara Zangi yang dipimpin oleh pamannya sendiri, Shirkuh, berhasil memukul mundur pasukan Salib (crusaders) dari perbatasan Mesir dalam serangkaian pertempuran. Pada tahun 1169 Shalahuddin diangkat menjadi Panglima dan Gubernur (wazir) menggantikan pamannya yang wafat. Setelah berhasil mengadakan pemulihan dan penataan kembali sistem perekonomian dan pertahanan Mesir, Shalahuddin mulai menyusun strateginya untuk membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman tentara Salib.

Pada bulan September 1174, Shalahuddin menekan penguasa Dinasti Fatimiyyah supaya tunduk dan patuh pada Khalifah Daulat Abbasiyyah di Baghdad. Tiga tahun kemudian, sesudah kematian Sultan Nuruddin, Shalahuddin melebarkan sayap kekuasaannya ke Suriah dan utara Mesopotamia . Satu persatu wilayah penting berhasil dikuasinya: Damaskus (pada tahun 1174), Aleppo atau Halb (1138) dan Mosul (1186).

Sebagaimana diketahui, berkat perjanjian yang ditandatangani oleh Khalifah Umar bin Khattab dan Uskup Sophronius menyusul jatuhnya Antioch, Damascus, dan Yerusalem pada tahun 636 M, orang-orang Islam, Yahudi dan Nasrani hidup rukun dan damai di Suriah dan Palestina. Mereka bebas dan aman menjalankan ajaran agama masing-masing di kota suci tersebut.

Perang Salib
Namun kerukunan yang telah berlangsung selama lebih 460 tahun itu kemudian porak-poranda akibat berbagai hasutan dan fitnah yang digembar-gemborkan oleh seorang patriarch bernama Ermite. Provokator ini berhasil mengobarkan semangat Paus Urbanus yang lantas mengirim ratusan ribu orang ke Yerusalem untuk Perang Salib Pertama.

Kota suci ini berhasil mereka rebut pada tahun 1099. Ratusan ribu orang Islam dibunuh dengan kejam dan biadab, sebagaimana mereka akui sendiri: “In Solomon’s Porch and in his temple, our men rode in the blood of the Saracens up to the knees of their horses”.

Menyadari betapa pentingnya kedudukan Baitul Maqdis bagi ummat Islam dan mendengar kezaliman orang-orang Kristen di sana, maka pada tahun 1187 Shalahuddin memimpin serangan ke Yerusalem. Orang Kristen mencatatnya sebagai Perang Salib ke-2. Pasukan Shalahuddin berhasil mengalahkan tentara Kristen dalam sebuah pertempuran sengit di Hittin, Galilee pada 4 July 1187. Dua bulan kemudian (Oktober tahun yang sama), Baitul Maqdis berhasil direbut kembali.

Berita jatuhnya Yerusalem menggegerkan seluruh dunia Kristen dan Eropa khususnya. Pada tahun 1189 tentara Kristen melancarkan serangan balik (Perang Salib ke-3), dipimpin langsung oleh Kaisar Jerman Frederick Barbarossa, Raja Perancis Philip Augustus dan Raja Inggris Richard ‘the Lion Heart’.

Perang berlangsung cukup lama. Baitul Maqdis berhasil dipertahankan, dan gencatan senjata akhirnya disepakati oleh kedua-belah pihak. Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Raja Richard menandatangani perjanjian damai yang isinya membagi wilayah Palestina menjadi dua: daerah pesisir Laut Tengah bagi orang Kristen, sedangkan daerah perkotaan untuk orang Islam; namun demikian kedua-belah pihak boleh berkunjung ke daerah lain dengan aman.

Setahun kemudian, tepatnya pada 4 Maret 1193, Shalahuddin menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ketika meninggal dunia di Damaskus, Shalahuddin tidak memiliki harta benda yang berarti, namun namanya harum terukir dalam sejarah dan jasanya dikenang sepanjang zaman.

Parcel untuk Musuh
Banyak kisah-kisah unik dan menarik seputar Shalahuddin al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap ksatria dan kemuliaan hatinya. Di tengah suasana perang, ia berkali-kali mengirimkan es dan buah-buahan untuk Raja Richard yang saat itu jatuh sakit.

Ketika menaklukkan Kairo, ia tidak serta-merta mengusir keluarga Dinasti Fatimiyyah dari istana-istana mereka. Ia menunggu sampai raja mereka wafat, baru kemudian anggota keluarganya diantar ke tempat pengasingan mereka. Gerbang kota tempat benteng istana dibuka untuk umum. Rakyat dibolehkan tinggal di kawasan yang dahulunya khusus untuk para bangsawan Bani Fatimiyyah.

Di Kairo,ia bukan hanya membangun masjid dan benteng, tapi juga sekolah, rumah-sakit dan bahkan gereja.

Shalahuddin juga dikenal sebagai orang yang saleh dan wara‘. Ia tidak pernah meninggalkan shalat fardu dan gemar shalat berjamaah. Bahkan ketika sakit keras pun ia tetap berpuasa, walaupun dokter menasihatinya supaya berbuka. “Aku tidak tahu bila ajal akan menemuiku,” katanya.

Shalahuddin amat dekat dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Ia menetapkan hari Senin dan Selasa sebagai waktu tatap muka dan menerima siapa saja yang memerlukan bantuannya. Ia tidak nepotis atau pilih kasih. Pernah seorang lelaki mengadukan perihal keponakannya, Taqiyyuddin. Shalahuddin langsung memanggil anak saudaranya itu untuk dimintai keterangan.

Pernah juga suatu kali ada yang membuat tuduhan kepadanya. Walaupun tuduhan tersebut terbukti tidak berasas sama sekali, Shalahuddin tidak marah. Ia bahkan menghadiahkan orang yang menuduhnya itu sehelai jubah dan beberapa pemberian lain. Ia memang gemar menyedekahkan apa saja yang dimilikinya dan memberikan hadiah kepada orang lain, khususnya tamu-tamunya.

Ia juga dikenal sangat lembut hati, bahkan kepada pelayannya sekalipun. Pernah ketika ia sangat kehausan dan minta dibawakan segelas air, pembantunya menyuguhkan air yang agak panas. Tanpa menunjukkan kemarahan ia terus meminumnya. Kezuhudan Shalahuddin tertuang dalam ucapannya yang selalu dikenang: “ Ada orang yang baginya uang dan debu sama saja.”—

Notes:

      

Kenali Dirimu

Friday, July 1st, 2005

Kenali dirimu
Kalau kau paham dirimu sendiri,
Kan bisa kau pisahkan
yang kotor dari yang suci

Pertama, akrablah dengan dirimu
lalu jadilah pembimbing lingkunganmu
Kalau kau kenal dirimu, kau kan tahu segalanya
Kalau kau paham dirimu, kau kan lepas dari bencana
Kau tak tahu nilaimu sendiri
Sebab kau tetap begini

Akan kau lihat Tuhan, kalau kau kenal dirimu sendiri

Langit yang tujuh,
dan bintang yang tujuh
adalah budakmu
Namun kasihan,
kau tetap membudak pada ragamu

Jangan pusingkan kenikmatan hewani
Kalau kau pencari surgawi
Jadilah manusia yang sejati

Tinggalkan tidur dan pesta ria
Tempuhlah perjalanan batin bak pertapa
Apa pula tidur dan makan-makan?
Itu urusan binatang buas

Dengan ilmu jiwamu bertunas
Bangunlah, sekarang juga
Sudah berapa lama kau tidur?

Pandanglah dirimu sendiri
Kau sesungguhnya luhur
Renungkan, coba pikirkan dari mana kau datang?
Dan kenapa kau dalam penjara ini sekarang?

Jadilah penentang berhala
bagai Ibrahim yang pemberani

Ada maksudnya kau dicipta seperti ini

Sungguh malu
kau terlantarkan tujuan penciptaanmu ini

(Nasir-i Khusraw)

Puisi Yunus Emre

Friday, July 1st, 2005

Cinta adalah mazhab dan agamaku.
Saat mataku melihat wajah Sang Sahabat,
semua derita menjadi riang.

Ini, Rajaku,
kupersembahkan diriku pada-Mu.
Sejak mula hingga akhirnya
segala harta kekayaanku hanya diri-Mu.

Awal akal dan jiwa ini,
ketika jarak bermula
adalah bersama-Mu.
Engkaulah ujungnya, dan segala diantaranya
Aku hanya bisa maju ke arah-Mu.

Jalanku adalah dari-Mu, menuju-Mu.
Lidahku bicara tentang-Mu, dalam diri-Mu.
Walau begitu, tanganku tak bisa menyentuh-Mu.
Pemahaman ini mempesonakan daku.

Tak bisa lagi kusebut diriku “aku”.
Tak bisa lagi kusebut siapapun “engkau”.
Tak bisa kubilang ini hamba dan itu raja.
Itu takkan masuk akal.

Sejak kudapatkan cinta dari Sang Sahabat
alam ini dan alam berikutnya menyatu.
Kalau kau bertanya tentang awal yang tak berpangkal
dan akhir yang tak berujung,
itu hanya siang dan malam bagiku.

Tak bisa lagi aku berduka
atau hatiku bermuram durja,
karena suara kebenaran telah didengar,
dan aku kini dalam pesta pernikahanku.

Jangan biarkan aku mengembara dari cinta-Mu,
jangan biarkan aku meninggalkan pintu-Mu,
dan jika aku kehilangan diriku,
biarlah kutemukan dia sedang bersama-Mu.

Sang Sahabat menyuruhku kemari.
Pergi dan lihatlah dunia, katanya.
Aku telah datang dan menyaksikan
alangkah indahnya ia ditata.
Tapi mereka yang mencintai-Mu tak berhenti disini.

Dia katakan pada para hamba-Nya,
Esok kan Kuberi kalian surga.
Esok yang itu adalah hari-ini ku.

Siapa lagi yang mengerti kebenaran dan penderitaan ini?
Dan andai pun terpahami,
itu takkan terkatakan.
Maka kuhadapkan wajahku pada-Mu.

Engkaulah kehidupan dan alam semesta,
harta yang dirahasiakan.
Segala raih dan lepas adalah dari-Mu.
Tindakanku tak lagi jadi milikku.

Yunus menghadapkan wajahnya pada-Mu
melupakan dirinya.
Dia sebut setiap kata bagi-Mu.
Engkaulah yang menjadikannya bicara.


Dari "The Drop That Became The Sea", Kabir Helminski (tr.)
Diterjemahkan oleh Herry Mardian