Pelajaran dari Olga Lidya
Tuesday, October 25th, 2005
..Olga Lidya ikut sahur di
sebuah mesjid bersama para artis..dalam acara tersebut mereka ikut membagikan
sedekah pada orang yang tak mampu..
Demikian
suara presenter infotainment disebuah televisi swasta yang memberitakan
kegiatan Olga Lidya yang dianggap nyeleneh itu. Maklum, cewek cakep ini bukan
penganut agama Islam. Tapi kok ikut sahur ya? Menurut Olga, dia hanya ingin
merasakan pengalaman baru. Bangun dipagi buta, satu hal yang sangat berat bagi
dirinya, untuk melakukan kegiatan sosial membantu orang tak mampu. Maklum, selama
ini dia selalu iri hati terhadap orang-orang yang mampu menyumbangkan tenaga,
pikiran dan waktunya untuk sesamanya yang sedang menderita. Sementara itu, dia
sendiri hanya sibuk mengurus diri sendiri dan keluarganya saja. Olga ingin mencontoh
perilaku “orang-orang hebat” tersebut. Nah, kebetulan tarikan hatinya itu
muncul saat bulan Ramadhan.
Hemm..tarikan
hati nurani yang murni memang mampu melampaui perbedaan agama..sekat-sekat agama bisa
dihilangkan pada saat muncul rasa “cinta” di hati terhadap sesama..khususnya terhadap
mereka yang lebih lemah dan menderita..bukankah itu juga menjadi salah satu
tujuan adanya agama di muka bumi..menyebarkan rasa kasih sayang terhadap sesama
manusia. Tanpa melihat suku, ras, bangsa dan agama.. Tindakan Olga menjadi pelajaran
bagi diri saya..dan khususnya bagi orang-orang yang menghalalkan kekerasan atas
nama agama..
Kekaguman
aku terhadap Olga tak berhenti sampai disitu..masih ada lanjutannya..Ada pernyataan Olga lainnya yang saya anggap menarik
saat diwawancarai wartawan infotainment..dia berpendapat bahwa “Membantu
orang lain dengan mengeluarkan sedikit hartanya adalah hal yang biasa. Bahkan dapat
disebut sebagai amal yang paling rendah. Orang kaya tak akan menjadi miskin
saat meyumbangkan sedikit hartanya “ demikian
menurut Olga. Pernyataan cewek cantik ini sepertinya menyindir banyak orang,
terutama masyarakat yang memiliki harta sangat berlebih, yang sudah merasa puas
dan bangga saat memberi sedikit rezeki pada orang miskin. Sebab agamapun
sebenarnya sudah mensyaratkan bahwa dalam harta kita ada sebagian yang menjadi
hak orang miskin. Makanya dalam Islam dikenal dengan istilah zakat. Jadi bagi
mereka yang mampu tak perlu merasa jadi pahlawan dan bangga hati saat
menyisihkan hartanya untuk orang tak mampu. Itu memang sudah menjadi kewajiban.
Pernyataan
Olga juga dapat diartikan bahwa untuk membantu orang miskin tak cukup hanya
menyumbangkan harta saja. Pemberian harta/makanan/benda lainnya hanya memiliki
efek sementara saja..setelah itu para orang miskin akan tetap miskin. Perlu partisipasi aktif dari para warga yang
lebih mampu untuk mengangkat harkat dan martabat orang-orang tak mampu
ini..misalnya memberikan pendikan keahlian, memberikan modal usaha..dan banyak
lagi.
Dan tiba-tiba
saya jadi ingat kebijakan pemerintah yang memberi kompensasi uang sebesar 100
ribu perbulan kepada masyarakat tak mampu akibat kenaikan BBM. Mereka
sepertinya bangga sekali dengan perbuatan tersebut. Oh Tuhan…entah apa yang ada
dipikiran penguasa negeri ini..Mereka berperilaku persis seperti hartawan kaya
raya terhadap masyarakat miskin disekitarnya ..cukup memberi uang setelah itu
persoalan dianggap selesai…Betapa miskinnya imajinasi mereka…mereka kan pemerintah..orang-orang pinter pilihan
rakyat (Alhamdullilah saya tak pernah memilih mereka)…harusnya memberikan
kebijakan yang memiliki visi jangka panjang..kebijakan yang mencoba mengangkat
harkat dan martabat orang tak mampu…bukannya berperilaku seperti juragan kaya
raya yang sombong…memperlakukan prang tak mampu sebagai hamba sahaya yang harus disuapi sambil tetap dibiarkan miskin..
Ahh..tapi..entahlah…Saya
sendiri belum dapat berbuat banyak menolong masyarakat sekitar yang lebih
menderita..Masih berkutat dengan persoalan bertahan hidup ditengah krisis
ekonomi, sosial dan spiritual..Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita..Semoga Tuhan memberi kekuatan pada kita semua untuk dapat bertahan
disituasi yang serba sulit ini..Dapat berjuang terus tanpa mengenal rasa putus asa ..Amien..
Peace
on Earth!