Lust
Seekor kucing tampak kotor
mengukuti hasrat mengejar katak di kolam lumpur
Lihatlah!Betapa kotor dia jadinya
Hidangan lezat sudah tersedia, mengapa engkau lebih memilih
katak dalam lumpur?
Mengapa kau tak ikuti akal?Justru memilih hasrat yang menyesatkan
Tubuh kau yang bersih dan bercahaya hilang sudah
Sungguh bodoh hai kucing yang malang!
Hasrat mengalahkan akal!
Kotor!Kotor!Kotor!
Jijik aku melihatnya!
Jakarta,28/011/03