Ingin Bertanya

November 8th, 2005 by arethe

Berapa banyak
manusia yang bertanya-tanya tentang maksud keberadaan dirinya di dunia yang
sangat rentan, labil dan fana ini? Berapa banyak manusia yang bertanya,apa
sebenarnya tujuan hidupnya di dunia ini? Berapa banyak manusia bertanya, apa
tugas yang harus diembannya di dunia ini?

Berapa banyak
manusia yang mempertanyakan kembali keyakinan yang telah lama dianutnya? Berapa
banyak manusia mempertanyakan kembali langkah-langkah dalam kehidupan yang
telah dijalani selama ini? Berapa banyak manusia yang setiap menjelang tidur
melakukan instropeksi diri?

Masih dapatkah kita
melakukan instropeksi saat hati dan pikiran dipenuhi oleh ego dan syahwat? Masih
sempatkah kita bertafakur ditengah kesibukan mencari harta dan kekuasaan yang
tak pernah ada habisnya? Masih bisakah kita meluangkan sedikit waktu untuk
merenung ditengah berbagai persoalan hidup yang semakin komplek dan rumit?

Kalau aku..belum bisa
bertanya apa-apa…hanya bisa menginginkan saja…

Tak
apa-apa..sebab.. ..Saat kau menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu
untuk membantumu meraihnya..

 

 

 

Pelajaran dari Olga Lidya

October 25th, 2005 by arethe


..Olga Lidya ikut sahur di
sebuah mesjid bersama para artis..dalam acara tersebut mereka ikut membagikan
sedekah pada orang yang tak mampu..

Demikian
suara presenter infotainment disebuah televisi swasta yang memberitakan
kegiatan Olga Lidya yang dianggap nyeleneh itu. Maklum, cewek cakep ini bukan
penganut agama Islam. Tapi kok ikut sahur ya? Menurut Olga, dia hanya ingin
merasakan pengalaman baru. Bangun dipagi buta, satu hal yang sangat berat bagi
dirinya, untuk melakukan kegiatan sosial membantu orang tak mampu. Maklum, selama
ini dia selalu iri hati terhadap orang-orang yang mampu menyumbangkan tenaga,
pikiran dan waktunya untuk sesamanya yang sedang menderita. Sementara itu, dia
sendiri hanya sibuk mengurus diri sendiri dan keluarganya saja. Olga ingin mencontoh
perilaku “orang-orang hebat” tersebut. Nah, kebetulan tarikan hatinya itu
muncul saat bulan Ramadhan.

Hemm..tarikan
hati nurani yang murni memang mampu melampaui perbedaan agama..sekat-sekat agama bisa
dihilangkan pada saat muncul rasa “cinta” di hati terhadap sesama..khususnya terhadap
mereka yang lebih lemah dan menderita..bukankah itu juga menjadi salah satu
tujuan adanya agama di muka bumi..menyebarkan rasa kasih sayang terhadap sesama
manusia. Tanpa melihat suku, ras, bangsa dan agama.. Tindakan Olga menjadi pelajaran
bagi diri saya..dan khususnya bagi orang-orang yang menghalalkan kekerasan atas
nama agama..

Kekaguman
aku terhadap Olga tak berhenti sampai disitu..masih ada lanjutannya..Ada pernyataan Olga lainnya yang saya anggap menarik
saat diwawancarai wartawan infotainment..dia berpendapat bahwa “Membantu
orang lain dengan mengeluarkan sedikit hartanya adalah hal yang biasa. Bahkan dapat
disebut sebagai amal yang paling rendah. Orang kaya tak akan menjadi miskin
saat meyumbangkan sedikit hartanya  “ demikian
menurut Olga. Pernyataan cewek cantik ini sepertinya menyindir banyak orang,
terutama masyarakat yang memiliki harta sangat berlebih, yang sudah merasa puas
dan bangga saat memberi sedikit rezeki pada orang miskin. Sebab agamapun
sebenarnya sudah mensyaratkan bahwa dalam harta kita ada sebagian yang menjadi
hak orang miskin. Makanya dalam Islam dikenal dengan istilah zakat. Jadi bagi
mereka yang mampu tak perlu merasa jadi pahlawan dan bangga hati saat
menyisihkan hartanya untuk orang tak mampu. Itu memang sudah menjadi kewajiban.

Pernyataan
Olga juga dapat diartikan bahwa untuk membantu orang miskin tak cukup hanya
menyumbangkan harta saja. Pemberian harta/makanan/benda lainnya hanya memiliki
efek sementara saja..setelah itu para orang miskin akan tetap miskin. Perlu partisipasi aktif dari para warga yang
lebih mampu untuk mengangkat harkat dan martabat orang-orang tak mampu
ini..misalnya memberikan pendikan keahlian, memberikan modal usaha..dan banyak
lagi.

Dan tiba-tiba
saya jadi ingat kebijakan pemerintah yang memberi kompensasi uang sebesar 100
ribu perbulan kepada masyarakat tak mampu akibat kenaikan BBM. Mereka
sepertinya bangga sekali dengan perbuatan tersebut. Oh Tuhan…entah apa yang ada
dipikiran penguasa negeri ini..Mereka berperilaku persis seperti hartawan kaya
raya terhadap masyarakat miskin disekitarnya ..cukup memberi uang setelah itu
persoalan dianggap selesai…Betapa miskinnya imajinasi mereka…mereka kan pemerintah..orang-orang pinter pilihan
rakyat (Alhamdullilah saya tak pernah memilih mereka)…harusnya memberikan
kebijakan yang memiliki visi jangka panjang..kebijakan yang mencoba mengangkat
harkat dan martabat orang tak mampu…bukannya berperilaku seperti juragan kaya
raya yang sombong…memperlakukan prang tak mampu sebagai hamba sahaya yang harus disuapi sambil tetap dibiarkan miskin..

Ahh..tapi..entahlah…Saya
sendiri belum dapat berbuat banyak menolong masyarakat sekitar yang lebih
menderita..Masih berkutat dengan persoalan bertahan hidup ditengah krisis
ekonomi, sosial dan spiritual..Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita..Semoga Tuhan memberi kekuatan pada kita semua untuk dapat bertahan
disituasi yang serba sulit ini..Dapat berjuang terus tanpa mengenal rasa putus asa ..Amien..

Peace
on Earth!

October 3rd, 2005 by arethe

Sex

sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex
sexsex

sexsex
sexsex
sexsex

Ahhhh.
cursed or blessed?

Demontrasi Diam

September 29th, 2005 by arethe

Setelah kejatuhan Suharto di tahun 1998, tak ada lagi demontrasi yang memiliki nilai signifikan. Demontrasi yang dapat membuat keputusan penguasa berubah. Setelah tahun itu, demonstrasi dianggap sebagai teriakan orang tak ada kerjaan atau dipandang dengan sinis. “Ah, demontrasi..bikin macet jalan aja..” Ah, demontrasi, paling di bayar..”Ah, demontrasi, percuma aja.Gak ngerubah apa-apa,”..Ungkapan-ungkapan tersebut memang terdengar tidak enak. Namun itu dapat menjadi semacam pembelajaran bagi para demonstran atau orang yang hendak melakukan aksi menentang segala ketidak adilan.

Mungkin kita perlu merubah cara untuk melakukan protes terhadap penguasa. Demontrasi lewat aksi turun kejalan dengan membawa massa memang sudah menjadi mode umum. Tapi, belajar dari pengalaman sejak pasca kejatuhan Soeharto ternyata demontrasi yang membawa massa turun ke jalan sambil berteriak ternyata tidak efektif lagi. Lihat saja demontrasi menentang kenaikan BBM yang terjadi sejak jaman Gusdur, Mega hingga SBY kok ditanggapi dingin saja oleh pemerintah. Demontrasi agar mantan presiden Suharto diadili-pun dianggap angin lalu, demontrasi agar korupsi penguasa diusut dan diadili juga tak terlalu ditanggapi secara signifikan.

Mungkin kita perlu merubah cara demontrasi kita. Demontrasi yang lebih enak dan nyaman. Gak buat jalan macet, gak keringetan, gak bentrok ama polisi, nyaman, santai tapi efektif. Caranya? Menurut pemikiran iseng saya, bagaimana kalau seluruh elemen masyarakat melakukan mogok kegiatan. Mulai dari supir angkutan umum, karyawan pabrik, karyawan kantoran, pelajar, mahasiswa, dosen. Semua mogok melakukan kegiatan. Semuanya hanya duduk atau nongkrong di pinggir jalan. Tak perlu menyerbu istana. Tak perlu teriak-teriak pakai pengeras suara. Duduk saja. Diam. Santai. Tak bicara. Kegiatannya hanya bengong, minum kopi, ngerokok, makan. Bergerak kalau mau buang air kecil atau besar, merasa lapar dan haus atau badan pegal karena telalu lama duduk. Kalau hendak berkomunikasi dengan yang lain menggunakan coretan di kertas atau ngetik di ponsel /PDA. Asik khan?

Protes diam ini juga merupakan ekspresi dari kematian kata, akal sehat dan hati nurani. Protes ini tak hanya ditujukan bagi penguasa tetapi juga bagi diri kita sendiri. Yang terlalu banyak bicara bohong , tak menggunakan lagi akal sehat dan terus mengabaikan hati nurani.

Namun ini hanya pemikiran iseng saja…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA TAHUN 1426 H BAGI SELURUH UMAT ISLAM DI DUNIA. SEMOGA BULAN PENUH RAHMAT INI DAPAT KITA PERGUNAKAN SEBAGAI PROSES MELAKUKAN INSTROPEKSI DIRI. SEMOGA.. AND MAY ALLAH FORGIVE OUR SIN..AMIEN

Menolak Pencabutan Subsidi BBM

September 27th, 2005 by arethe

Ada Artikel menarik dari seorang teman tentang Kenaikan BBM:

"Menolak
Pencabutan Subsidi BBM" buat Orang Awam

PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN (FAQ)

Naskah ini juga bisa diakses dan didownload di
bawah ini

WEB: http://www.penaindonesia.org/bbm/
PDF: http://www.penaindonesia.org/bbm/subsidi.pdf
WORD: http://www.penaindonesia.org/bbm/subsidi.doc

PEMERINTAH MENGATAKAN, AKIBAT KENAIKAN HARGA MINYAK
DUNIA, SUBSIDI BBM
YANG MENINGKAT DRASTIS AKAN MENGANCAM DEFISIT
ANGGARAN NEGERI KITA.
BENARKAH?

TIDAK BENAR. Naiknya harga minyak dan gas dunia
memang meningkatkan
jumlah subsidi BBM. Tapi, juga meningkatkan
pendapatan ekspor

Indonesia dari sektor minyak dan
gas.



Artinya: naiknya pengeluaran untuk subsidi
diimbangi oleh naiknya

pendapatan ekspor migas. Anggaran akan aman
karenanya.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan,
pendapatan ekspor migas
kita akan meningkat bersama naiknya harga minyak di
pasaran internasional.

APAKAH SUBSIDI BBM MELEBIHI PENDAPATAN KITA DARI
EKSPOR MIGAS?

TIDAK BENAR. Pendapatan ekspor migas lebih besar
dari subsidi minyak.

Menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,
pendapatan ekspor
migas kita tahun 2005 ini mencapai Rp 175 triliun.

Tahun 2004 lalu, pendapatan dari sektor migas ini
hanya Rp 122

triliun. Artinya ada kenaikan lebih dari 40%.

Sementara itu, masih menurut departemen yang sama,
subsidi BBM yang
dihitung dengan harga minyak dunia sekarang hanya
sebesar Rp 135 triliun.

Artinya ada surplus dari ekspor migas. Dengan kata
lain, subsidi tidak
akan mengancam defisit anggaran.

BENARKAH SUBSIDI BBM MERUPAKAN PENGELUARAN TERBESAR
NEGARA, SEHINGGA
JIKA DIPERTAHANKAN BAKAL MENGANCAM KEUANGAN NEGARA?

TIDAK BENAR. Di luar belanja rutin (gaji pegawai,
pembelian barang dan
belanja pembangunan), pengeluaran terbesar pemerintah
pusat ditempati
oleh pembayaran utang negara.

Lihat Tabel di sini
http://www.penaindonesia.org/bbm/

http://www.penaindonesia.org/bbm/images/2004.jpg
http://www.penaindonesia.org/bbm/images/2005.jpg
http://www.penaindonesia.org/bbm/images/2005.jpg

BERAPA BESARNYA UTANG PEMERINTAH INDONESIA?

Indonesia merupakan salah satu
negeri pengutang terbesar di dunia.


Menteri Keuangan melaporkan pada pertengahan
September 2005, utang

pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.200 triliun
(seribu dua ratus

triliun rupiah), atau 52% dari Pendapatan Domestik
Bruto.

Indonesia juga salah satu negeri
yang paling berat beban utangnya.


Sekitar 30-40% pengeluaran pemerintah pusat
beberapa tahun terakhir
dipakai untuk membayar cicilan pokok dan bunga
utang negara. Makin
sedikit yang tersisa untuk belanja kesehatan dan
pendidikan.

Pembayaran utang akan meningkat dalam tahun-tahun
mendatang: dari Rp
108,7 triliun pada 2004 menjadi Rp 118,5 pada 2006
depan.

WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA MENGATAKAN, KENAIKAN
HARGA MINYAK MERUPAKAN
SATU-SATUNYA JALAN INDONESIA KELUAR DARI
KEBANGKRUTAN. BENARKAH
PERNYATAAN ITU?

TIDAK BENAR. Pencabutan subsidi bukan satu-satunya
jalan keluar untuk
mencegah kebangkrutan.

Ada alternatif lain:



1. Mengurangi kebocoran belanja rutin, yang selama
ini banyak dikorupsi.

2. Mengurangi pembayaran utang dengan cara meminta
pemotongan jumlah

utang.

MENTERI ABURIZAL BAKRIE MENGATAKAN: "PILIH
MEMBAKAR RP 60 TRILIUN DI
JALAN, ATAU SEKOLAH DAN RUMAH SAKIT GRATIS".
APA ARTI PERNYATAAN ITU?

PERNYATAAN ITU MENYESATKAN. Sekolah dan rumah sakit
gratis hanya janji
kosong. Pemerintah tidak akan mengalihkan Rp 60
triliun tadi, jika
ada, untuk belanja pendidikan dan kesehatan.

Tahun 2005, belanja sektor kesehatan hanya Rp 9,9
triliun, sementara
pendidikan Rp 30,8 triliun. Bandingkan dengan
pengeluaran untuk
pembayaran utang, sebesar Rp 93,9 triliun.

Tidak hanya pendidikan kesehatan yang makin merana.
Pembangunan

infrastruktur seperti jalan, air bersih dan
perumahan juga menyusut.

Belanja pembangunan terus merosot, sementara
pembayaran utang terus
meningkat.

Lihat Tabel dan Bagan di sini
http://www.penaindonesia.org/bbm/images/utang.jpg

BENARKAH SUBSIDI BBM HANYA DINIKMATI ORANG KAYA,
YAKNI ORANG-ORANG

YANG MEMAKAI BENSIN, SOLAR DAN LISTRIK LEBIH
BANYAK?

TIDAK BENAR. Baik orang kaya maupun orang miskin
menikmati subsidi

BBM. Subsidi BBM adalah subsidi tidak langsung.
Artinya bukan bensin,
solar atau minyak tanah itu sendiri yang mempunyai
arti.

Subsidi BBM menopang daya beli masyarakat. Jika
subsidi dicabut, daya
beli masyarakat akan jatuh.

Bahan bakar merupakan komponen setiap barang dan
jasa yang kita

konsumsi (pangan, sandang, perumahan, obat-obatan,
layanan pendidikan).

Jika subsidi dihapus, maka harga pangan, sandang,
perumahan, obat dan
layanan pendidikan meningkat drastis. Orang miskin
akan semakin sulit
menjangkau kebutuhan pokok dan layanan dasar yang
harganya melambung.

Dampak kenaikan harga lebih besar bagi orang miskin
ketimbang bagi

orang kaya.

TAPI, BUKANKAH ORANG KAYA MENGKONSUMSI ENERGI
(MINYAK, SOLAR DAN

BENSIN) LEBIH BANYAK KETIMBANG ORANG MISKIN,
ARTINYA MEREKA MENERIMA
SUBSIDI LEBIH BANYAK DARI ORANG MISKIN?

BENAR. Orang kaya memang mengkonsumsi minyak dan
energi lebih banyak
karena mereka punya rumah lebih besar (listrik
lebih banyak, untuk
penerangan, kulkas dan AC) dan punya mobil yang
haus bensin.

Itu memang tidak adil. Harus ada cara untuk
mengoreksi ketidakadilan
itu. Pencabutan subsidi bukan cara satu-satunya.
Kita tak perlu
membakar rumah untuk menangkap tikus.

ADAKAH CARA LAIN UNTUK MENGOREKSI KETIDAKADILAN
ITU?

ADA

Ketidakadilan dalam
konsumsi minyak bersubsidi bisa dikoreksi

dengan menerapkan pajak yang sangat tinggi pada
mobil pribadi, kulkas,
AC, peralatan elektronik dan sebagainya, untuk
mengkomensasi tingginya
pemakaian bahan bakar mereka.

TAPI, BUKANKAH ORANG MISKIN DIBERI KOMPENSASI?

BENAR. TAPI JUMLAHNYA SANGAT SEDIKIT. Kompensasi
pencabutan subsidi
pada Oktober 2005 ini hanya sebesar Rp 4,7 triliun
untuk sekitar 15,5
juta keluarga. Bandingkan angka itu dengan
pembayaran utang negara
yang mencapai lebih dari Rp 90 triliun.

BUKANKAH SUBSIDI BBM MENYEBABKAN PENYELUNDUPAN?

BUKAN. Penyelundupan disebabkan oleh rendahnya
kinerja pemerintah

dalam menegakkan hukum, di samping merajalelanya
korupsi. Gaji pegawai
pemerintah terus meningkat, tapi mengurus
penyelundupan tidak bisa.

Belanja pegawai negeri meningkat dari Rp 54,2
tirliun pada 2004,

menjadi Rp 61,1 triliun dan diusulkan naik lagi
menjadi Rp 77,7

triliun pada 2004.

unek-unek 2

September 27th, 2005 by arethe

Seorang teman
berpendapat bahwa kenaikan BBM adalah hal dilematis bagi pemerintah yang
berkuasa. Mau gak mau harus dinaikan karena negara udah gak punya uang. Hemm..masuk
akal. Namun tingkah laku penguasa tak menunjukan orang yang sedang kesulitan
keuangan! Seperti yang telah saya tulis di unek-unek sebelumnya. Gaya hidup mewah dan korupsi terus berjalan
dengan enaknya.

Kenaikan ini tak
akan menimbulkan penolakan yang luar biasa bila rakyat melihat penguasa juga
telah melakukan pengorbanan. Minimal memperlihatkan gaya hidup sederhana dan korupsi diberantas
dengan sungguh-sungguh. Bila itu dapat dilakukan, apapun kebijakan pemerintah
pasti didukung.

Penguasa jangan
hanya bicara kesulitan uang dan negara yang bangkrut. Dan kemudian merengek
minta pengertian masyarakat. Sementara tingkah laku mereka sama sekali tak
menunjukan orang yang kesulitan uang apalagi bangkrut. Please deh!

Unek-unek

September 27th, 2005 by arethe

Ada iklan layanan masyarakat tentang kenaikan
BBM yang sangat mengganggu pikiran ku kemarin. Seorang Ustadz terkenal dan
sangat terkemuka asal Geger Kalong ,Bandung menjadi tokoh sentral dalam iklan tersebut.
Dengan tutur katanya yang bijak dia menyarankan agar masyarakat mau mengerti
alasan pemerintah menaikan harga BBM. Kata-kata beliau yang sempat terekam:
Harga minyak dunia naik sehingga berimbas ke kondisi kita…kita harus
sabar..percayalah Allah tak akan menguji seseorang melebihi batas
kemampuannya..solidaritas untuk bangkit bersama-sama..bla..bla..Hemmm..Apa yang
dikatakan Beliau yang terhormat “mungkin” benar.. namun “khutbah” Anda tidak
berkorelasi dengan kenyataan di lapangan.

Siapa
bilang rakyat kita tidak sabar? Berapa lama rakyat dianiya oleh beragam
kebijakan dan tingkah laku penguasa yang menyakitkan? Dibohongin lewat
kampanye, dikeruk kekayaan alam demi “perut” segelintir orang (lihat kasus
penyelundupan BBM bernilai triliyunan rupiah oleh Pertamina), digusur rumahnya
demi pembangunan, dikejar-kejar aparat tramtib hanya karena ingin bertahan
hidup..tak ada lapangan kerja, biaya pendidikan melambung tinggi..dan masih
banyak lagi. Namun rakyat masih tetap diam!Apa itu kurang sabar?

Bagaimana
dengan solidaritas? Pejabat, penguasa, kaum intelektual sibuk memperkaya diri
dengan tindakan korupsi yang tak tahu malu. Kemudian sibuk mempertontonkan
kemewahan yang didapat dari korupsi. Sementara itu, rakyat terkena busung
lapar, susah menggapai pendidikan yang layak, kemiskinan absolute dimana-mana.
Apakah itu yang disebut solidaritas AA yang terhormat?!

Nah,
sekarang BBM naik. Rakyat disuruh bersabar lagi Pak kyai? Harusnya para kyai
menggunakan ayat yang berbunyi "Sesungguhnya Alloh tidak merubah suatu
kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri"

(QS 13:11). Rakyat harus diajak berjuang sehingga
nasib mereka lebih diperhatikan oleh penguasa. Anda harusnya berfihak pada
kepentingan kelompok yang lebih lemah dan teraniaya. Bukannya memihak penguasa.
Apa bedanya Anda dengan anggota DPR, yang katanya wakil rakyat, namun pada
kenyataannya menjadi wakil penguasa (dari dulu kalee..).

Ahhhh..tapi
ini suara kaum pinggiran yang sudah terlalu sebal dengan tingkah laku penguasa.
Entah itu penguasa politik, ekonomi, kebudayaan atau agama. Selalu menganggap
dan merasa dirinya lebih pintar dan lebih tahu segalanya.

 
My
God bless us..Amien

 

 

“Penguasa Kebenaran” Kembali Beraksi

August 25th, 2005 by arethe

AGAP (Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan) melakukan penutupan terhadap 23 gereja di Bandung. AGAP didukung oleh 23 ormas, dan salah satu pentolannya adalah FPI (Front Pembela Islam). Demikian berita yang dilansir oleh Detik.com pada tanggal 26/08/05. Hemm.. Gurauan bodoh dan tolol terus dilakukan oleh kelompok ini. Mereka tak hanya melanggar hak manusia tetapi juga hak Tuhan. Bahkan mereka telah melampaui hak Tuhan. Tuhan tak pernah memaksakan sebuah keyakinan terhadap mahluk-mahluknya. Setiap manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan kebenaran masing-masing. Sebab Manusia telah diberi pemahaman akal dan nurani. Muhammad SAW, Nabi Cinta, sendiri tak diperintahkan untuk memaksakan sebuah keyakinan. Dia hanya diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran. Itu saja. Saya hendak mengutip pendapat teman dan guru saya. Menurutnya;..urusan untuk menunjuki jalan kebenaran dan kesesatan adalah hak Allah,Rasulullahpun hanya sebagai utusan, penyampai atau pemasar wahyu Allah, barang-baik dan barang-buruk  ciptaan-Nya dipasarkan dan ditawarkan silahkan beli yang kita suka. Mengapa ada kelompok bermuka garang berlari marah hingga kaki terpincang-pincang dikawal banyak orang memaksakan kelompok lain membeli "islam-nya"? Sedangkan "Islam-NYA" dalam QS.28:56) tidak memerintahkan yang demikian. (QS.28:56) “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Jadi, Apa yang ada dibenak para “penguasa kebenaran” ini? Kenapa mereka takut dengan Ahmadiyah? Kenapa mereka takut dengan Kristenisasi? Kenapa mereka takut jika yakin agama Islam yang dianut adalah yang terbaik? Bukankah tindakan reaktif (seperti yang dikatakan ketua AGAP di Detik.com bahwa tindakan mereka akan reaktif terhadap gerakan kristenisasi) menunjukan ketidak percayaan diri? Dan apa yang membuat mereka yakin bahwa perbuatan mereka diridhoi oleh Allah yang Maha Kuasa? Benarkah dengan dengan membubarkan Ahmadiyah dan gereja akan membuat mereka dan umat “islam” selamat?

Sungguh satu hal yang sangat berbahaya bila tindakan anarkis kelompok tak segera dihentikan. Pemerintah SBY harus mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap mereka.

Stop Violence!Stop FPI!Keep Islam As Rahmatan lil Alamin!

SAVE my SOUL

July 27th, 2005 by arethe

Now I’m sitting in the corner of my room Staring through the window, watching the sun goes down And the shadow starts to creep accross the floor In this Loneliness, I’m crying in my bed

And the rain begin to fall down on me As the sadness growing deep inside me I feel a little insecure right now I am crawling, looking for a place to hide

# So where has all my lights gone? For I need to fine the way out there In my every breath, I am chanting your name Give me strength so I can save my soul

My minds keeps telling me to hold on And says I have to be a real man I’m still wondering if I’ll ever find my way That leads me to your light and to your grace

# So where has all my lights gone? For I need to fine the way out there In my every breath, I am chanting your name With every breath, I’m hoping I can find the way to save my soul

(PADI)

Ternyata CINTA

July 27th, 2005 by arethe

Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata… perasaanku padaMU
   
Telah cukup lama kudiam…
didalam keheningan ini
Kebekuan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku
   
Dan ternyata CINTA yang menguatkan aku
Dan ternyata CINTA… (tulus mendekap jiwaku)
   
Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya
   
Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku

(PADI)